• Rani Tria Anggiani

How to Prepare an Engagement Day (When You're too Busy Working)


Having a full time job is never easy when it comes to prepare an engagement day. Gue harus mencari ide, mempersiapkan, memilih semua perlengkapan via online. Gue selalu menyukai sesuatu yang vintage dan rustic, namun gue tau kalau aku akan sulit mewujudkan tema vintage karena pernikahan gue nanti akan diadakan di gedung. So, why not doing it on my engagement day!

Challenge nya adalah, gue sama sekali buta dalam wedding preparation, I mean, my sister did got married 7 years ago, I don't remember how she prepare all those perintilan things dan pastinya 7 years later banyak banget perubahan yang terjadi di industri pernikahan ini. Plus, ketika gue lg siapin engagement ini, gue lagi di posisi dimana gabisa ambil cuti karena satu dan lain hal (well, mostly karena kewajiban pekerjaan yang gabisa gue tinggal).

Also, I bet many you at some point, have to prepare engagement 70% from your office desk. I'm not an expert on wedding and engagement but I just want to share what I know, karena seriously ketika gue siapin acara lamaran, gue sangat terbantu dengan tulisan-tulisan dari para blogger. Also, someone told me that to repay the knowledge, you also have to share your knowledge to people.

So without any further due, here are some of the tips from my personal experience in preparing engagement day.

1. Research your dream concept

Step yang satu ini gabisa dilewatin, me personally, sangat suka mencari ide dari Pinterest. Pinterest has thousand of ideas yang kadang ga lo temukan dari media lainnya. Yang seru dari riset dalam mencari ide di Pinterest, you can actually research everything in detail, dari mulai konsep, items yang lo butuhkan dalam eksekusi konsep itu, tone warna, sampai baju yang mau lo pakai. Gue sendiri milih tema indoor rustic garden dengan tone warna pink dan abu-abu, sampai napkin catering pun sama warna nya. Why pink and abu-abu? don't ask me why, I just love the color, case closed (lol).

After researching the concept, jangan lupa untuk bookmark semua ide dan konsep yang lo mau di satu folder khusus. Untuk masalah bookmark ini, every people has their own way, ada yang suka di print, gunting kecil-kecil terus di arrange di scrap book, ada juga yang suka mengarrange ide-ide itu folder by folder di laptop/Ipad. Kalau gue personally lebih suka bookmark langsung dari webnya where I can log in everytime untuk liat-liat apa aja yang udah gue save.

2. Research vendor who can execute your concept

Setelah dapet konsep yang lo mau, next adalah mencari vendor. This is where the challenge started, ada beberapa hal yang membuat ini challenging karena lo harus mencari vendor yang: 1. mempunyai capacity untuk execute konsep lo, 2. Kooperatif dan available di tanggal yang lo mau, dan 3. sesuai dengan budget (this is important, don't over budget yourself, you have to be discipline and stick to the plan). Di Bridestory sendiri sebetulnya sudah bisa filter vendor berdasarkan budget, but sometimes you need to do self-filter.

Caranya adalah, list kandidat vendor yang udah di sort dari portal-portal wedding di internet, see their social media untuk lihat how they performed (this is also important) and finally make decision based on that. Yang gak kalah penting lagi, don't do something because everyone else is doing it, just be yourself. If you want to have a flamingo-themed engagement day, then have a flamingo-themed engagement day (you know what I mean?).

3. Set a timeline

This is the part where you have to mark everything on your calendar. From when you have to contact all the contact points, follow up on requirements, sampe final check ke keluarga, vendor, tamu dan semua pihak yang terlibat. Jangan terlalu terlena sampai lupa kalau tiba-tiba acara sudah sebentar lagi. You're not a superhero, you cannot remember everything, jadi it's time to optimize your Google calendar and let it be your personal reminder. Perlu diingat lagi kalau keluarga, teman, vendor dll punya jadwal padat mereka masing-masing, jangan expect mereka bakal ingat apapun, lo lah yang harus senantiasa mengingat dan follow up.

4. Coordination

INI PENTING BANGET! maaf caps lock (lol) karena ini sepenting itu. Acara lamaran sesungguhnya acara pertemuan dua keluarga, hal ini harus di take seriously. Hal yang menyangkut keluarga harus terus dikoordinasikan,terutama ke pasangan lo. Siapa saja tamu yang akan datang? berapa orang? sipa yang akan jadi juru bicara? siapa nama lengkapnya? siapa saja nama yang harus disebutkan? siapa saja keluarga inti yang harus diambil foto nya? dll banyak banget, tergantung apa prioritas lo. That's why selama sebulan, gue terus menghantui Rizki dengan nelpon dia tiap malem dan nanya hal-hal perintilan terutama perihal keluarganya. Karena sebagai tuan rumah, kita wajib untuk memberikan yang terbaik ke pihak calon pria.

Setelah semua informasi tentang keluarga sudah detail, mulailah bikin rundown dan koordinasikan dengan MC. Pastikan kalau MC sudah paham alur acara serta apa saja yang harus disebutkan ditekankan. Salah satu tips yang I wished I had done on my engagement day adalah, better to take family picture sebelum acara makan siang. Salahnya gue, sesi foto keluarga dilakukan setelah makan siang alias kakek-nenek gue yang sudah sesepuh udah pada pulang dan jadi ga dapet fotonya :( . Tips untuk foto juga, lebih baik kalau kita udah mengumpulkan list pose apa aja yang mau difotoin, bisa ambil inspirasi (lagi-lagi) dari Pinterest. Save foto-foto pose couple atau pose candid lainnya, dan kasih ke fotografer lo. Jadi ketika hari H lo ga pusing lagi mau foto pose apa.

5. Let go and let God

Terakhir agak klise tapi ini wajib dilakukan. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha, at the end of the day Allah lah yang berkehendak. Kalau tiba-tiba lamaran lo kebanjiran air hujan, percayalah kalau Allah punya hikmah yang lebih baik. Beside, hujan itu rezeki. Yang terpenting adalah everyone's is happy. Seriously, nobody care or wouldn't even notice kalau tiba-tiba salah satu taplak lo warna nya ga sinkron. Just breath, relax, and don't sweat small stuff. Jangan karena hal kecil, lo jadi cranky dan bawaanya marah-marah ke calon pasangan lo. Jujur gue pernah ada di tahap itu, tapi akhirnya istigfar dan doa terus, after all, yang terpenting adalah menyiapkan kehidupan setelah semua pesta kilat ini berakhir kan? Don't let one day euphoria ruin you or your long term plan.

Okay sekian dari saya, semoga cukup bermanfaat. Are you there my readers? does anyone even read this? lol anyway, good night!

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Credit to vendor(s)

Decor @rangkaidekor Photo: @alfkaphotography Catering: Ananda Catering Make up: @neosevituri Bride's attire: @desrawibowo MC: @nyanyafirli@iamjagomcmanagement

193 views
Featured Posts
Recent Posts<